Rabu, 28 Januari 2015

Doa hujan dan Petir

Berdo’a Ketika Turun Hujan
Allahumma shoyyiban nafi’an
Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah
radhiyallahu ’anha,
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -
ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻴِّﺒﺎً
ﻧَﺎﻓِﻌﺎً
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika
melihat turunnya hujan, beliau
mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban
nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada
kami hujan yang bermanfaat]”. (HR.
Bukhari no. 1032)
Bisa juga dengan membaca :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﺻَﻴِّﺒًﺎ ﻧَﺎﻓِﻌًﺎ
“( Alloohummaj-‘alhu shoyyiban
naafi’an ) Ya Allah, jadikanlah ia hujan
yang bermanfaat bagi
kami” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy
no. 1523; shahih].
Do’a Ketika Hujan Lebat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu
saat pernah meminta diturunkan hujan.
Kemudian ketika hujan turun begitu
lebatnya, beliau memohon pada Allah
agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a,
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺣَﻮَﺍﻟَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ,ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟْﺂﻛَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﻈِّﺮَﺍﺏِ ﻭَﺑُﻄُﻮﻥِ ﺍﻟْﺄَﻭْﺩِﻳَﺔِ
ﻭَﻣَﻨَﺎﺑِﺖِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ
“ Allahumma haawalaina wa laa ’alaina.
Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh
zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa
manaabitisy syajari [Ya Allah,
turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan
untuk merusak kami. Ya Allah,
turukanlah hujan ke dataran tinggi,
gunung-gunung, bukit-bukit, perut
lembah dan tempat tumbuhnya
pepohonan].” (HR. Bukhari no. 1014)
Bisa juga dengan membaca :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺣَﻮَﺍﻟَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ
Alloohumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa
ya Allah turunkanlah hujan di sekitar
kami saja dan jangan kepada kami (Al-
Bukhaariy no. 969)
Berdo’a Setelah Turun Hujan: ’Muthirna
bi fadhlillahi wa rohmatih
Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan
shalat shubuh bersama kami di
Hudaibiyah setelah hujan turun pada
malam harinya. Tatkala hendak pergi,
beliau menghadap jama’ah shalat, lalu
mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui
apa yang dikatakan Rabb kalian?”
Kemudian mereka mengatakan,”Allah
dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻯ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺑِﻰ ﻭَﻛَﺎﻓِﺮٌ ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ
ﻣُﻄِﺮْﻧَﺎ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺘِﻪِ . ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺑِﻰ
ﻭَﻛَﺎﻓِﺮٌ ﺑِﺎﻟْﻜَﻮْﻛَﺐِ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻣُﻄِﺮْﻧَﺎ ﺑِﻨَﻮْﺀِ ﻛَﺬَﺍ
ﻭَﻛَﺬَﺍ. ﻓَﺬَﻟِﻚَ ﻛَﺎﻓِﺮٌ ﺑِﻰ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺑِﺎﻟْﻜَﻮْﻛَﺐِ
“Pada pagi hari, di antara hambaKu
ada yang beriman kepadaKu dan ada
yang kafir. Siapa yang mengatakan
’ Muthirna bi fadhlillahi wa
rohmatih ’ (Kita diberi hujan karena
karunia dan rahmat Allah), maka dialah
yang beriman kepadaku dan kufur
terhadap bintang-bintang. Sedangkan
yang mengatakan ‘Muthirna binnau
kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan
karena sebab bintang ini dan ini), maka
dialah yang kufur kepadaku dan
beriman pada bintang-bintang.” (HR.
Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).
Doa Ketika Mendengar Petir
Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma
tatkala mendengar suara petir, beliau
mengucapkan,
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺳَﺒَّﺤَﺖْ ﻟَﻪُ
” Subhanalladzi sabbahat lahu” (Maha
suci Allah yang petir bertasbih kepada-
Nya).
Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya
petir adalah malaikat yang meneriaki
(membentak) untuk mengatur hujan
sebagaimana pengembala ternak
membentak hewannya.” (Disebutkan oleh
Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no.
722. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini hasan).
Apabila ’Abdullah bin Az Zubair
mendengar petir, dia menghentikan
pembicaraan, kemudian mengucapkan,
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺍﻟﺮَّﻋْﺪُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ
ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻣِﻦْ ﺧِﻴْﻔَﺘِﻪِ
“ Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi
hamdihi wal mala-ikatu min
khiifatih ” (Mahasuci Allah yang petir
dan para malaikat bertasbih dengan
memuji-Nya karena rasa takut kepada-
Nya)
Tambahan biasanya saya selalu membaca
Allohumma laa tuktilna bighodhobika wa laa tukhlikna biadabika wa afina qobla dza lika

Sumber:
http://rumaysho.com
http://abul-jauzaa.blogspot.com
http://www.dhzblog.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar